LAPORAN LIVE-IN 2014
Disusun oleh :
Melina Wardani / IX'B
I.
Latar Belakang Kegiatan
Menurut kita, pembelajaran itu hanya di sekolah dan
hanya menggunakan teori. Namun, hal itu tidak benar. Jika pelajaran hanya teori
saja tidak diimbangi dengan praktiknya tidak akan seimbang. Begitu pula dengan
kegiatan Live-in ini.
Live-in adalah kegiatan pembentukan sikap dan
sifat yang dilakukan dengan tujuan untuk menambah pengetahuan siswa dan
menambah pengalaman. Setelah kegiatan Live-in ini dilaksanakan, siswa
diwajibkan untuk menyusun karya tulis. Karya tulis adalah hasil dari suatu pemikiran dan imajinasi manusia.
Laporan karya tulis ini merupakan tugas bagi
semua angkatan kelas IX SMP Katolik Santa Maria Kediri. Dalam menyusun karya
tulis ini, siswa diharapkan dapat melaporkan segala pengetahuan dan
pengalamannya yang diperoleh selama menjalankan Live-in selama 3 hari (Dari 2-4
Oktober 2014).
Pengalaman dan pengetahuan selama mengikuti Live-in di Dusun Kalinanas
diharapkan dapat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.
II.
Tujuan Live-in
Tujuan yang hendak kami capai dalam pembuatan laporan ini
serta dalam pelaksanaa Live-in adalah berikut :
1.
Menyelesaikan tugas Pembiasaan Vinsensian.
2.
Menerapkan 5 keutamaan Vinsensian
3.
Mengembangkan potensi, etika, estetika, dan prastika.
4.
Menambah pengetahuan dan pengalaman siswa.
5.
Membentuk karakter siswa.
6.
Dapat menerapkan ilmu dan pengetahuan yang telah
diperoleh sehingga dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
7.
Bermanfaat bagi pembaca dalam menambah pengetahuan
seputar Dusun Kalinanas.
III.
Kegiatan selama di Dusun Kalinanas
A.
Hari Pertama
1.
Persiapan di sekolah
Kami berangkat ke Dusun Kalinanas pada Hari Kamis, 2 Oktober
2014 pukul 10.00 dan di harapkan semua siswa datang 30 menit sebelum jam
keberangkatan. Dan kami cukup tertib dengan peraturan itu maka pukul 09.00 kami
telah berkumpul di sekolah.
2.
Perjalanan munuju Dusun Kalinanas
Kami berangkat ke Dusun Kalinanas pukul 10.00 dengan
menggunakan mobil pribadi. Saya menaiki mobil milik Karin, dengan Septia, Elen,
Anna, dan Puji.
Akhirnya sekitar pukul 09.53 mobil berjalan menuju Dusun Kalinanas. Saya
duduk di bagian belakang dengan Septia disebelah kiri saya dan Elen di sebelah
Kanan saya. Sedangkan Anna dan Puji duduk di kursi tengah. Yang menyetir adalah
Papa Karin sendiri.
Perjalanan ini tidak membutuhkan waktu yang lama. Karena
Dusun Kalinanas masih merupakan daerah Kediri. Di perjalanan sudah ada petugas
yang menunjukkan arah pada saat akan berbelok. Jalannya memang berbelok-belok,
tetapi setiap mobil telah diberi peta arah ke lokasi.
Sampai juga kami di Dusun Kalinanas. Kami semua harus turun dan berkumpul
di rumah Pak Kasun. Diharuskan bagi kami untuk menunggu beberapa teman kami
yang belum datang. Setelah semuanya berkumpul, saatnya kita upacara pembukaan
yang dipimpin oleh Bu Bety selaku kepala sekolah SMPK Santa Maria Kediri.
3.
Pembagian Tempat Tinggal
Kami satu persatu menunggu untuk pembagian tempat tinggal. Dan
kami menempati rumah Pak Latib dan Bu Murah.
Disana kami disambut baik dengan keluarga Pak Latib. Kami
berkenalan dan mengobrol sebentar. Setelah itu kami diantar ke kamar dan dipersilahkan
menata barang-barang bawaan kami dan beristirahat.
Selesai istirahat, kami dipersilahkan menyantap makanan
yang telah disediakan, ada juga semangka sebagai makanan pencuci mulut dan teh
untuk minum kami . Kami melahap semua makanan yang telah disediakan dengan
tenang. Selesai makan kami mengumpulkan piring kotor kami untuk kemudian dicuci
saat acara Bersih Lingkungan.
Tidak lupa kami memberikan sembako pada Pak Latib dan Bu
Murah sebagai ucapan terima kasih telah menerima kami di rumahnya selama 3
hari. Sayangnya Pak Latib sedang keluar sehingga kami tidak bisa berfoto
bersama.
Setelah bercuap-cuap sebentar kami bersiap untuk ke acara
selanjutnya. Yaitu Bersih Lingkungan.
4.
Bersih Lingkungan
Kami membagi tugas. Saya dan Keyko
menyapu, Septia mencuci piring, dan Tika, Davina membantu memasak. Tetapi
semua tugas kami lakukan bersama-sama. Kami membantu memasak, menyapu, mencuci,
dan masih banyak lagi.
Lalu kami dan Bu Tumi (anak dari Pak Latib dan Bu
Murah) membuat Peyek. Kami memasak di tungku dengan kayu. Dan beberapa saat
kemudia Bu Tumi pamit mau keluar.
Akhirnya Peyek buatan kami sudah jadi. Kami dipersilahkan
untuk mengelilingi dan melihat-lihat keadaan Dusun Kalinanas.
Belum sempat kami keluar, kami kedatangan guru kami.
Mereka mengontrol keadaan kami dan berterimakasih kepada Pak Latib dan Bu Murah
dan juga meminta maaf karena sudah merepotkan.
Guru kami memperingatkan untuk selalu membantu Pak Latib
dan bu Murah dan jangan merepotkan mereka. Pesan ini selalu kami ingat. Dan
kamipun bermain dan berjalan-jalan mengelilingi Dusun Kali Nanas.
Puas mengelilingi Dusun Kali Nanas, kami kembali kerumah
dan mandi. Saya, Septia, dan Tika mencoba mandi di Bilik sungai. Tempatnya
tidak jauh dari rumah. Kami menikmati sejuknya air sungai yang langsung
menyentuh kulit kami.
Usai mandi, kami kembali ke rumah dan makan bersama. Lalu
mencuci piring bersama dan menuju ke acara selanjutnya.
5.
Malam Keakraban
Sebelum Malam Keakrapan dimulai kami menunggu beberapa
teman kami yang belum datang ke lokasi.
Setelah semua berkumpul kami menata tempat duduk dan lain
sebagainya. Malam Keakrapan dimulai. Kami dan penduduk Kali Nanas dipersilahkan
untuk duduk di tempat yang telah disediakan. Dan ada
beberapa cemilan yang telah disediakan guru-guru kami. Kami menikmati
musik dan beberapa atraksi yang telah dipersiapkan oleh beberapa teman-teman
kami.
Pembukaan acara dibawakan oleh Bu Bety dan Bu Poer. Dan
setelah itu kami diberi alunan musik dari Band kelas IX, Meriouska. Adapun pentas biola, tari, musik, dan masih banyak lagi.
Malam Keakrapan selesai sekitar pukul 20.45 dan kami
dipersilahkan untuk kembali ke rumah masing-masing. Sebelum pergi ke rumah
masing-masing, kami berdoa bersama untuk bersyukur kepada Tuhan dan berdoa agar
kami bisa beristirahat dan tidur dengan nyenyak supaya besuk kami bisa
melanjutkan kegiatan kami selama di Dusun Kalinanas ini.
6.
Istirahat
Kami beristirahat bersama disebuah kamar dengan 2 kasur.
Saya tidur bersama Septia di kasur yang kecil dan Tika, Keyko, dan Davina tidur
bersama di kasur yang besar. Kamar kami tidak ada pintunya hanya ada gorden
pengganti pintu. Itu membuat kami kedinginan karena tidak terbiasa, kami semua
tidur dengan mengenakan jaket.
B.
Hari Kedua
1.
Beraktifitas dengan keluarga
Pagi ini sebelum mandi, saya menyapu rumah dan setelah
itu menimba air lalu mandi di kamar mandi. Usai mandi kami makan bersama dan
tentu mencuci piring bersama. Pak Latib dan Bu Murah pamit untuk pergi bekerja,
mereka adalah seorang petani. Dan kami juga harus bersiap untuk Bakti Sosial
Kemasyarakatan.
2.
Bakti Sosial Kemasyarakatan
Pukul 07.03 kami berkumpul di pos untuk pembagian
kelompok. RT 2 bersama Bu Paula dan Bu Indri. RT 2 termasuk saya. Dan teman
kami yang lainnya bersama guru lain juga. Kami dibagi menjadi beberapa
kelompok. Kami perempuan menyapu dan mengumpulkan sampah yang berserakan dan
Laki-laki mebuat Bak Pembagi Air dan MCK.
Kelompok saya membersihkan sepanjangan jalan Dusun Kalinanas.
Kami semua berbagi tugas untuk mencabut rumput, mengumpulkan sampah, dan
menyapu. Semua terlihat bersih atas ulah tangan kami dan kamipun pergi ke
sungai karena kami melewati sungai.
Setelah puas bermain air dan berfoto ala selfie. Kami
pergi ke atas. Di atas pemandangannya indah dan airnya juga jernih dari pada di
sungai bawah tadi.
Semua sudah beres. Kami dipersilahkan untuk istirahat dan
saya menyempatkan diri untuk tidur siang. Saya tidak bisa
tidur karena panas. Disini, siang panas dan malam dingin. Akhirnya saya dan
Septia hanya ngemil di ruang tamu dan Tika, Davina, Keyko bermain monopoly
bersama teman-teman lain di ruang tamu juga.
3.
Kebersihan
lingkungan masing-masing
Kami makan siang bersama dan masalah
mencuci piring giliran Septia dan Tika. Saya dan Keyko menyapu sedangkan Davina
membereskan barang-barang dan bungkus jajan yang berserakan di mana-mana. Dan
juga kerusuhan kami karena bermain di dalam rumah.
Dan sekarang kami mandi bersama di
kamar mandi. Tetapi saya mandi dengan Septia dan aprillia, sedangkan Tika,
Davina, dan Keyko masih bermain di luar rumah bersama teman-teman yang lain.
Dan setelah itu kami memakan
cemilan kue bersama Bu Latib sedangkan Keyko, Tika, dan Davina sudah kabur dari
rumah karena bermain.
4.
Pembagian kenang-kenangan
Kami mengambil kenang-kenangan
berupa panci di Guru masing-masing dan setelah mendapatkan panci kami, kami
tidak memberikannya sekarang. Kami akan memberikannya besuk pagi saat akan
pulang.
Kami akan bermain, sebelum itu, saya
menyapu rumah dulu dan Septia mencuci piring. Semua selesai, dan kami bermain
di rumah teman kami yang tidak jauh dari rumah.
Kami bermain kesana-kemari dan
beberapa guru mengingatkan untuk tidak bermain ke atas saat malam-malam, karena
rawan penculikan. Akhirnya kami berkumpul di rumah yang ditemnpati Kevin W. Setelah
puas bercerita dan merefleksikan tentang hari ini, kami kembali kerumah untuk
beristirahat.
C.
Perjalanan Hari Ketiga
1.
Bersih Lingkungan Keluarga
Pagi-pagi kami membersihkan kamar tidur dan beberapa
barang kami, karena hari ini kami akan pulang ke rumah kami masing-masing. Lalu
kami masak Sayur Lodeh dengan Bu Tumi yang mengajari kami memasak. Ada yang
memasak, menyiapkan bahan, mencuci, dan menjaga api agar tidak padam.
Masakan kami jadi, dan kamipun makan bersama. Yummy.
Makan selesai, kami mandi dan segera memberikan kenang-kenangan kami dan
mengucapkan terimakasih dan permohonan maaf sekalian pamit. Tak Lupa kami
mewawancarai Pak Latib.
Kami berpamitan dan membereskan barang-barang kami. Kami
mengecek barang-barang kami masing-masing dan memastikan kalau tidak ada yang
tertinggal.
2.
Persiapan Pulang
Selesai memberikan kenang-kenangan, kami ganti baju
seragam untuk pulang. Setelah kami berseragam, kami mengunjungi teman-teman
kami dan mengajaknya untuk bersiap.
Setelah menemui teman-teman kami dan mengajaknya untuk
bersiap, kami kembali ke rumah.
3.
Berkumpul di tempat Pak Kasun
Kami berkumpul di rumah Pak Kasun dengan diantar Pak
Latib. Kami semua menunggu mobil yang menjemput kami. Cukup lama kami menunggu
dan akhirnya kami bisa pulang ke rumah masing-masing.
IV. Refleksi
1.
Bagaimana perasaan anda ketika untuk pertama kali anda
tinggal bersama keluarga di Dusun Kalinanas ini? Tuliskan Perasaan
anda! : Saya
cukup senang karena saya bisa diterima dengan baik dengan Pak Latib dan Bu
Murah. Mereka menyayangi saya seperti mereka menyayangi anak-anaknya.
2. Siapa saja nama anggota keluarga yang anda tinggali?
Tuliskan nama-nama mereka! Apakah mereka senang menerima anda? :
Tempat yang saya tempati adalah kediaman dari Pak Latib dan Bu Murah, mereka
adalah seorang petani. Dan mereka memili 3 orang anak yaitu Pak Wakini, Bu Tumi,
dan Pak Sukaji. Anak Pak Latib telah memiliki keluarga dan rumahnya
bersebelahan dengan rumah yang ditinggali Pak Latib. Mereka semua senang
menerima kehadiran saya di keluarga mereka.
3. Dalam wawancara dan komunikasi dengan anggota keluarga
apakah anda menemukan hal-hal positif yang dapat anda teladani untuk hidup
anda/ Tuliskan hal-hal positif yang anda temukan! : Selalu
bersyukur dengan apa yang ada, melakukan segala aktivitas dengan penuh tanggung
jawab.
4. Apa saja yang telah anda lakukan bersama anggota keluarga
dimana anda tinggal? Sebutkan! :
Menyapu, makan, mencuci piring, menjemur baju, dan memasak.
5.
Anda telah berjumpa, berkomunikasi dan bergaul dengan
masyarakat Dusun Kalinanas. Bagaimana perasaanmu bergaul dengan mereka?
Tuliskan perasaan anda!
:
Walaupun ada beberapa keluarga yang tidak menerima saya, atau benci terhadap
saya, saya cukup memaklumi mereka. Dan saat saya bergaul dengan mereka yang
menerima saya, saya merasa senang bisa mereka terima dengan baik. Apa lagi kami
saling bertegur sapa saat saya bertemu dengan mereka. Saya juga senang bisa
bergaul dengan mereka. Jadi saya bisa tahu bagaimana cara mereka bergaul dengan
orang baru yang tidak dikenal. Apalagi saya dari kota yang tidak terbiasa hidup
di desa.
6.
Kalau anda amati bagaimanakah kehidupan Warga Dusun Kalinanas
ini? : Sepertinya mereka hidup dengan
saling membantu, saling memberi dan saling menyayangi. Terbukti dengan tegur
sapa mereka dan meminjam beberap alat yang mereka punya ke tetangga lain dan
juga memberikan sedikt atau sebagian hasil tanam mereka seperti buah. Dan juga di
suasana apapun mereka selalu tersenyum. Selalu damai tidak ada pertengkaran.
7.
Apa saja yang telah anda lakukan sampai pada hari ini, baik
dalam keluarga maupun dengan warga masyarakat Dusun kalinanas? Sebutkan! : Bercerita, ngobrol, makan bersama, dan
bertegur sapa.
8. Bagimana perasaan anda melakukan pekerjaan itu?
Ceritakan? :
Senang, karena bisa menghargai cerita saya dan saya juga bisa menghargai
mereka, saling bertegur sapa membuat saya merasa masih bisa dilihat sebagai
manusia yang tidak sombong.
9.
Hal-hal positif yang anda peroleh ketika anda bergaul dan
bekerja sama warga masyarakat Dusun Kalinanas ini? Tuliskan hal-hal positif tersebut! : Bisa menghargai satu sama lain, saling
bekerja sama, saling menolong tanpa memikirkan imbalan, selalu berbuat kasih
terhadap semua orang.
10. Buatlah
doa syukur! :
Tuhan terimakasih Engkau telah memberikanku pengalaman berharga ini. Semoga
pengalaman ini dapat saya terapkan di kehidupan sehari-hari. Dan
semoga saya makin sayang terhadap orang tua saya dan semua keluarga saya. Tuhan,
berikanlah keluarga yang telah menampung saya menjadi keluarganya selama saya
di Dusun Kalinanas ini. Berikanlah mereka kebahagiaan dan semoga mereka sehat
selalu. Amin
V.
Pelajaran Yang Diperoleh
A.
Nilai Sosial
Saya merasa, setiap orang di Dusun Kalinanas mudah
berbaur dengan saya. Dan perkenalannya juga cukup mudah. Bisa saling cepat
mengenal. Tidak sulit untuk berbicara dengan orang Kalinanas, karena mereka
juga mengerti Bahasa Indonesia.
B. Nilai
Religius
Mayoritas penduduk Dusun Kali Nanas memeluk agama islam.
Dibuktikan dengan adanya perayaan Hari Besar Idul Adha.
VI. Kesan
Dan Harapan
Kesan :
Yang berkesan pada saat di Dusun Kalinanas adalah saya
bisa merasakan bagimana rasanya mandi di sungai. Saya dan beberapa teman saya
mandi di sungai. Kebetulan belakang rumah adalah sungai. Tapi kami tetap
menggunkan baju kami, karena malu dan belum terbiasa mandi di sungai.
Dan pada saat Bapak Latib dan Ibu Murah menyambut ramah
kedatangan saya, dan menganggap saya menjadi anaknya.
Harapan :
Saya hanya bisa berharap supaya saya bisa kembali ke Dusun
Kalinanas untuk bertemu dengan orang tua asuh saya.
Dan agar Dusun Kalinanas bisa mendapat bantuan yang lebih
daripada apa yang kami berikan kepada dusun Kali Nanas.










No comments:
Post a Comment