Masalah Pokok Ekonomi - Mamionio

Welcome to my world. Let's enjoy with me!

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

September 22, 2018

Masalah Pokok Ekonomi





Masalah pokok ekonomi dibagi menjadi 2 yaitu :
1.    Masalah pokok ekonomi klasih, dan
2.    Masalah pokok ekonomi modern.

Masalah pokok ekonomi klasik dibagi menjadi 3 yaitu :
1.    Produksi,
2.    Distribusi, dan
3.    Konsumsi.

Masalah pokok ekonomi modern dibagi menjadi 4 yaitu :
1.    What,
2.    How,
3.    Who, dan
4.    When.

1. Masalah Pokok Ekonomi Klasik
1.    Produksi
Produksi adalah permasalahan tentang cara untuk menciptakan atau memproduksi barang untuk kepentingan seluruh masyarakat / konsumen.
Sebagai contoh : memproduksi pakaian untuk seluruh masyarakat, membuat makanan untuk seluruh konsumen, dll.
Dan di dalam produksi juga ada yang namanya masalah produksi yang harus dipecahkan oleh produsen, misalnya cara produksi mana yang akan dipakai, sudahkan produsen memproduksi pada saat yang tepat, serta produksi apa yang harus dibutuhkan pada saat tahun baru atau pada saat hari-hari besar. Itu semua harus dipikarkan matang-matang supaya jika nanti seumpama pada masalah pertama. Cara produksi apa yang akan dipakai. Suatu produsen akan membuat sebuah hiasan dinding dan cara apa yang seharusnya dipakai untuk memproduksi hiasan dinding tersebut, ataukah dengan tangan, atau mesin. Produsen harus mempertimbangkan dan memilih cara apa yang paling tepat untuk membuat hiasan dinding.

2.    Distribusi
Distribusi adalah segala kegiatan menyalurkan barang dari produsen ke konsumen.
Sebagai contoh : sekarang ini ada yang namanya olshop, pasti semua sudah tahu apa itu olshop. Misalnya kalian memesan sepatu di olshop, kita ambil contoh olshop yang berada di bandung sedangkan kalian ada di kediri dan otomatis barang itu harus dipindahkan dari bandung ke kediri agar sampai ke tangan kalian dengan berbagai cara. Bisa dengan mengirimnya dengan JNE, Tiki, atau mungkin penjualnya sana yang mau mengirim sendiri barangnya ke kalian.
Sama dengan produksi, distribusi juga memiliki masalah sendiri yang dinamakan masalah distribusi. Dalam masalah distribusi harus diperhatikan apakah barang yang sudah dihasilkan dapat sampai kepada konsumen dengan cara yang cepat dan temap. Oleh karena itu, produsen harus memikirkan langkah-langkah yang tepat untuk menyalurkan barang yang sudah diproduksinya. Misalnya untuk mengirim semen dari kota A ke kota B tidakmukin dengan menggunakan becak sebagai alat angkut? Bener gak?, seharusnya produsen menggunakan truk-truk besar sebagai alat angkut mengirimnya ke kota B dengan rute yang sudah ditetapkan.

3.    Konsumsi
Konsumsi adalah Suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu barang, untuk memenuhi kebutuhan atau kepuasan konsumen.
Sebagai contoh : contoh yang gampang, kita sebagai pelajar membutuhkan pensil dan bolpoin ataupun alat tulis lainnya. Tidak mungkin kita dari TK sampai SMA menggunakan pensil yang sama. Kita-kan kalau pensil kita habis atau bolpoin kita habis kita harus membeli lagi yang baru. Otomastis mengurangi atau menghabiskan daya guna alat tulis.
Konsumsi ada masalah konsumsinya. Masalah konsumsi berkaitan dengan pertanyaan, apakah barang yang sudah di hasilkan benar-benar dapat dikonsumsi oleh masyarakat yang membutuhkan. Ada kemungkinan bahwa barang konsumsi tidak dapat dinikmati karena harganya terlalu mahal, atau barang itu tidak sampai kepada konsumen. Contohnya ada produsen yang membuat suatu barang dengan nilai harga tinggi. Dan ini berkaitan dengan masalah ekonomi suatu keluarga. Kalau keluarga yang mempunyai ekonomi tinggi maka bisa membelinya dan keluarga yang ekonominya yang pas-pasan tentu harus memikirkannya.

Masalah Pokok Ekonomi Modern
1.    What (Barang apa yang akan diproduksi)
Masalah ini menyangkut barang apa yang akan diprodusi. Barang yang dibutuhkan masyarakat sangat banyak jenisnya, sehingga produsen harus menentukan pilihan barang apa yang akan diproduksi dan berapa jumlahnya. Keputusan yang dapat diambil dalam memecahkan masalah what bertujuan memperoleh keuntungan. Masalah ini menyangkut barang dan jasa apa yag akan diproduksi.
Sebagai contoh, masyarakat selalu membutuhkan makanan untuk kelangsungan hidupnya. Sehingga produsen harus mengolah bahan makanan menjadi makanan jadi untuk membantu konsumen. Kalau barang yang tidak terlalu penting seperti aksesoris produsen hanya membuatnya seadanya atau terbatas.

2.    How (Bagaimana barang diproduksi)
Pertanyaan ini menyangkut tehnologi atau metode yang digunakan untuk memproduksi suatu barang. Dalam rangka menghasilkan barang, perlu di tentukan jumlah tenaga kerja, jenis mesin, serta bahan mentah yang akan digunakan.
Dalam mengambil keputusan tentang bagaimana cara barang diproduksi produsen perlu mempertimbangkan beberapa faktor :
a.    Pilihan sumber daya, seperti SDA, SDManusia, SDModal.
b.    Perencanaan proses produksi, bertujuan untuk memperoleh keuntungan maksimal dengan biasa minimal.
c. Penentuan tehnologi yang digunakan, untuk membuat barang A sehingga menghasilkan barang B.
d.    Pertimbangan faktor eksternal, seperti harga, inflansi, dan kurs valuta asing. Sebagai contoh, penggunaan sebidang tanah untuk lahan pertanian padi harus memperhatikan bagaimana proses produksi tersebut dilakukan, apakah lebih banyak menggunakan mesin atau tenaga kerja, bagaimana kombinasi pupuk dan bibit yang paling optimal, bagaimana teknik tanam yang paling baik, dan masih banyak lagi yang harus diperhatikan.

3.    Who (Untuk siapa barang diproduksi)
Persamalahan disini adalah siapa yang memerlukan barang tersebut dan siapa saja yang menikamati hasilnya. Produsen harus memikirkan barang yang ia buat seharusnya untuk siapa, apakah untuk golongan ekonomi menegah, atas, atau bawah.
Sebagai contoh : produsen memproduksi susu balita yang diperuntukkan anak balita bukan orang dewasa, contoh yang lainnya produsen memproduksi alat pancing untuk nelayan dan bukan untuk petani.

4.    When (Kapan barang akan diprodusksi)
Pertimbangan ini berkaitan dengan waktu yang tepat untuk memproduksi barang. Konsumsi suatu masyarakat atas suatu barang juga bergantung pada musim tertentu. Pada saat musim panas tidak mungkin produsen memproduksi mantel atau pakaian hangat yang wajarnya digunakan pada musim dingin. Yang seharusnya dibuat atau diproduksi adalah topi untuk melindungi kepala dari sinar matahari dan pakaian yang tidak terlalu tebal atau mungkin masih ada barang lain yang bisa diprodusi pada musim panas.

1 comment:

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages